Raja Uzia memulai karirnya sebagai seorang raja di usia 16 thn, usia yg masih sangat belia, namun krn dia melakukan apa yg benar di mata TUHAN, selalu mencari TUHAN dan takut akan ALLAH, maka TUHAN membuat dia berhasil memimpin bangsa Yehuda selama 52 thn, kerajaannya megah dan masyur, disegani kerajaan tetangga.
Namun sayang seribu sayang, setelah ia menjadi kuat, karakternya tdk mengimbangi, ia menjadi tinggi hati. Di akhir hidupnya, dia lancang kepada TUHAN dan kena tulah berupa penyakit kusta sampai akhir hidupnya.
It doesn't really matter how you start your journey of successful life, what matters is how you finish it well.
(The life of King Uzziah - taken from 2 Chronicles 26:1-23)
Your attitude sets your altitude
Yeremia 17:5-8
Kita hidup dalam zaman yang semakin susah. Orang tidak peduli seberapa banyak kita jatuh dalam kegagalan, tetapi orang mau tahu apa respon kita ketika jatuh.
Dalam hal inilah, orang beriman terlihat perbedaannya. Dalam masa sukar, seorang yang tidak beriman hidup bergumul dengan kekuatannya sendiri sampai akhirnya dia kelelahan sendiri. Di kala dia sudah menyerah, dia mengandalkan orang sekitarnya yang seringkali berujung pada kekecewaan. Hatinya dipenuhi dengan kepahitan dan tidak sanggup lagi melihat kebaikan Tuhan.
Pada titik ini, dia masuk dalam rancangan iblis, yakni hatinya menjauh dari Tuhan. Dia tidak sadar sedang digiring menuju padang belantara yang tandus, dimana dia akan mengalami kutuk dan celaka yang lebih dahsyat lagi.
Kita hidup dalam zaman yang semakin susah. Orang tidak peduli seberapa banyak kita jatuh dalam kegagalan, tetapi orang mau tahu apa respon kita ketika jatuh.
Dalam hal inilah, orang beriman terlihat perbedaannya. Dalam masa sukar, seorang yang tidak beriman hidup bergumul dengan kekuatannya sendiri sampai akhirnya dia kelelahan sendiri. Di kala dia sudah menyerah, dia mengandalkan orang sekitarnya yang seringkali berujung pada kekecewaan. Hatinya dipenuhi dengan kepahitan dan tidak sanggup lagi melihat kebaikan Tuhan.
Pada titik ini, dia masuk dalam rancangan iblis, yakni hatinya menjauh dari Tuhan. Dia tidak sadar sedang digiring menuju padang belantara yang tandus, dimana dia akan mengalami kutuk dan celaka yang lebih dahsyat lagi.
Trust in the Lord
Blessed is the man who trusts in the Lord, and whose hope is the Lord. For he shall be like a tree planted by the waters, which spreads out its roots by the river, and will not fear whwn heat comes; but its leaf will be green, and will not be anxious in the year of drought, nor will cease from yielding fruit.
By Jeremiah the son of Hilkiah (Jer 17:7-8)
By Jeremiah the son of Hilkiah (Jer 17:7-8)
Subscribe to:
Posts (Atom)